“Laksamana Madya Sir William Bligh”.

“Kisah heroik Perjalanan dari Kepulauan Tonga sampai di Kupang Timor”

Laksamana Madya Sir William Bligh

William Bligh lahir di Plymouth, Inggris 9 September 1754, ayahnya bekerja sebagai Pegawai Bea Cukai. William Bligh manjadi awak kabin Kapal pada usia 7 tahun, dan masuk Angkatan laut Inggris ketika usianya 16 tahun, tahun 1770, dia bergabung dengan kapal perang inggris HMS Hunter, sempat 3 tahun bergabung di HMS.Cresent

Tahun 1776 William Bligh dipilih oleh James Cook sebagai Pelaut Utama dan dipilih oleh James cook untuk membantunya pada Pelayaran Cook ke Samudera Pasifik. Ketika James Cook meninggal dibunuh, Bligh kembali ke Inggris di akhir tahun 1780, dan dia sebagai saksi Perjalanan terakhir Cook sebelum meninggal dibunuh. Sebelumnya, William Bligh juga menjadi anak buah dari James Cook dalam Perjalanan Pelayaran untuk menemukan benua Australia, dimana dalam perjalanan pulang (setelah menemukan benua Australia) menuju Inggris, kapal mereka pecah di laut Sabu dan terdampar di Pulau sabu ( September 1770), setelah mendapat pertolongan perbaikan Kapal dan suplai makanan dan minuman dari Raja Sabu, rombongan Kapal James Cook melanjutkan perjalanan kembali ke Inggris melalui Batavia ( James Cook adalah Bapaknya Australia)

*Perjalanan Kapal Perang Inggris HMS. Bounty*

Tahun 1787 Bligh sebagai Komandan Kapal HMS.Bounty, dengan 46 awaknya (44 awak kapal,dan 2 orang ahli Botani) mendapat penugasan khusus oleh Kerajaan Inggris untuk ke Tahiti “mencari buah Sukun”, dengan menyeberangi Lautan Pasific Selatan, menyusuri Amerika Latin utk mencari buah Sukun sebagaimana yang diminta oleh kerajaan Inggris. Perjalanan menuju Tahiti begitu sulitnya karena dihadang gelombang besar, akhirnya Bounty sampai juga di ujung timur Tahiti yaitu di Matavai Bay-Tahiti pada 26 Oktober 1788 setelah menyelesaikan perjalanan sejauh 50.163 Km atau 31.170 ML dari Inggris;

Pemberontakan

Pemberontakan anak buah

Ketika sampai di Tahiti dan menyelesaikan misinya pada tanggal 5 April 1789 Bounty angkat jangkar dan pulang ke Inggris. Pada tanggal 22 April 1789 Bounty sampai di Pulau Nomuka di Kepulauan Friendly ( yang sekarang disebut dengan Kepulauan Tonga) untuk mengambil Kayu, Makanan dan Air bagi kebutuhan perjalanan lanjut Kapal ), Para awak Kapal yang sudah mengalami kecapaian dan stress, sehingga sebahagian dari mereka sudah sampai pada tahap keputusasaan . Pada tanggal 28 April 1789 kira2 perjalanan sejauh 56 Km dari selatan pulau Tofua, Christian (wakil dari Bligh) beserta pengikutnya melakukan Pemberontakan dan merebut Bounty dengan gerakan awal menahan Bligh dengan mengikatnya, serta menurunkannya ke skoci beserta 18 orang Crew yang setia kepada Bligh. Kapal HMS Bounty dibawah kendali Christian beserta para awak kapal yang setia kepadanya memutar arah kembali ke Tahiti. Bligh bersama pengikutnya bingung mau kemana? sedangkan skoci kapal yang hanya 7 meter dengan kapasitas 10 orang harus diisi oleh 19 orang pelaut ( Bligh dan 18 orang anak buahnya yang setia), Bligh sebagai Pelaut dan Nahkoda yang ulung mengambil keputusan untuk berlayar dan mendayung Skoci ke arah barat, sebab sebagai bekas anak buah dari James Cook dalam pelayaran mencari benua Australia (1770) dia mengenal Pulau Timor , juga Kupang, dan Bligh tau apabila dia dan anak buahnya berlayar sampai di Kupang maka mereka bisa tertolong karena di Kupang sudah ada VOC Belanda.

Perjalanan menuju Kupang dari kepulauan Tonga kurang lebih 6.701 Km atau 4.164 Mile Laut. Mereka mencari dan singgah di pulau-pulau terdekat untuk mendapatkan bantuan makanan dan minuman karena perbekalan mereka hanya cukup untuk seminggu perjalanan, mereka singgah di Pulau Tofua di Kepulauan Tonga (di Pulau Tofua ini Bligh mengenal King /Raja Paulaho yang dia kenal ketika mengikuti James Cook sebelumnya), tetapi mereka mendapat serangan dari penduduk asli Tofua, sehingga mereka kembali ke skoci untuk menyelamatkan diri, akan tetapi salah satu anak buahnya John Norton meninggal dunia akibat jatuh menimpa karang laut dan tenggelam, perjalanan dilanjutkan menuju Kupang- Timor, mereka melewati kepulauan Fiji, tetapi Bligh mengambil keputusan untuk tidak menyinggahinya, karena Fiji pada saat itu terkenal dihuni oleh orang yang masih kanibalisme ( makan orang). Bligh menulis bahwa perjalanan mereka penuh dengan cuaca yang extrim dingin dan basah, tidak kelihatan ada tempat yang bisa disinggahi, hanya lautan sejauh mata memandang.

Peta Perjalanan Penyelematan diri Mr. Bligh dan teman-teman
  • Bligh benar2 seorang Pelaut yang handal, arah perjalanan ke Timor Kupang dituntun hanya oleh melihat tata letak bintang pada malam hari (dia belajar dari Sir James Cook), ketika sampai di Utara Australia makanan semakin menipis, jatah setiap orang hanya 40 gram makanan. Pada tanggal 29 Mei 1789, mereka mendarat disebuah pulau kecil di teluk Australia yang Bligh beri nama” Restoration Island”. Di pulau tersebut, penduduk aslinya membantu Bligh dan teman2nya dengan makanan dan minuman sebagai bekal melanjutkan perjalanan.Pada awal Juni 1789, mereka menyebrangi Lautan Pasifik Selatan menuju Pulau Timor dengan arah memutar melalui selat Arafura, dan pada tanggal 14 juni 1789 Kapten William Bligh beserta 17 anak buahnya berhasil mendarat di Pelabuhan Kupang ( sekarang adalah Pantai Lahi Lai Bisi Kopan/Pos satu/Pantai Triple 9), mereka selamat dan ditolong oleh Pemerintah Belanda (VOC) yang ada di Kupang (Opperhoofd Willem Adriaan van Este) , akan tetapi salah seorang anggota crew yang ahli Botani yang menderita sakit akibat kelelahan dan terserang penyakit malaria kemudian meninggal dunia di Kupang, sedangkan Bligh dan sisa Crew yang masih hidup oleh Pimpinan VOC Belanda di Kupang dikirim ke Jakarta ( Sang juru masak Bligh meninggal di Jakarta), Bligh dan sisa Crew yang masih hidup dikirim pulang ke Inggris oleh Pemerintah Belanda di Batavia/Jakarta.
Berita Koran di Kupang tentang Napak Tilas

Bligh dianugerahi Modern Star dari Raja Kupang.

Lukisan Pelabuhan Kupang saat itu

Dalam catatan Kerajaan Kupang termuat “kunjungan Kapten Bligh ke Kerajaan Kupang”, pada saat itu Raja Kupang yakni Raja Baki Bena ( Bernadus Nisnoni) menerima kunjungan Kapten Bligh di Istana raja di Bakunase, kapten Bligh bersama anak buahnya sempat dijamu oleh Raja Kupang, bahkan Kapten Bligh dianugerahi Bintang Modern (Modern Star) oleh Raja Bernadus Nisnoni atas keberaniannya melakukan perjalanan Penyelamatan diri dari Tonga sampai Kupang.

Perjalanan dari Kep.Tonga sampai di Timor Kupang memakan waktu selama 1,5 bulan lamanya, kita bisa membayangkan bagaimana beratnya perjalanan penyelamatan diri ini, melewati Lautan Pasifik Selatan dan Lautan Indonesia yang terkenal “Ganas” dengan hanya menggunakan sebuah Skoci dengan minim makanan dan minuman ?.

Kemudian Kerajaan Inggris mengirim Kapal Perang Frigate HMS.Pandora untuk mengambil kembali Kapal Perang Bounty serta menangkap bekas anak buahnya yang memberontak, dari kepulauan Tahiti untuk dibawa kembali ke Inggris guna menghadapi Pengadilan Militer.

Perjalanan William Bligh dari kepulauan Tonga sampai dengan di Kupang merupakan kebanggaan bangsa Inggris yang menunjukkan Kepatriotan Angkatan Laut Inggris dan oleh Kerajaan Inggris William Bligh kemudian dianugerahi gelar “ SIR “ untuk Kepatriotannya tersebut.

( Sumber Data : Wikipedia dan Google serta Mr. Edwin Lerrick -Lavalon Kupang dan Leopold Nisnoni).

representatif crew in Kupang Mr. Edwin Lerrick

Note :

  1. Pemerintah Kota Kupang perlu membuka kembali “hubungan kesejarahan” Perjalanan besar William Bligh ini dengan Pemerintah Inggris, bangun patung William Bligh di pantai kota Kupang dan minta Kerajaan inggris untuk meresmikan, dengan demikian membuka Pangsa Pasar Pariwisata serta kerjasama Pemerintah Kota Kupang dengan Inggris (Sekaligus dengan Pemerintah Australia)

2. Hollywood sudah mem”Film”kan Perjalanan Sir William Bligh ini berjudul “Mutiny On The Bounty” sebanyak 3 (tiga) kali, serta menjadi Film bioskop yang sukses mendapat Penghargaan Perfilman International, film tersebut “ Mutiny on the Bounty“ tahun 1935 dibintangi oleh aktor Charles Laughton dan Clark Gable, kemudian tahun 1962 dibuat lagi film “Mutiny On The Bounty “, dibintangi oleh Marlon Brando, Richard Harris dan Trefor Howard, dan film yang ketiga dibuat tahun 1984 dengan judul “ the Bounty” dibintangi oleh Mel gibson dan Anthony Hopkins.
Ironisnya dari ketiga Film tersebut tidak ada yang shooting di Kupang sebagai lokasi
aslinya, tetapi mereka mengambil lokasi ditempat lain , bahkan nama Bounty malah
digunakan oleh Pengusaha Bali untuk menamakan restorantnya di Kuta hahahaha.

3. Perjalanan Napak Tilas kapten Bligh dari “kepulauan Tonga ke Timor Kupang” sudah
dilakukan beberapa kali dan disiarkan secara langsung ke seluruh dunia melalui televisi2
Inggris ( bahkan ada film berserinya yang diputar di Inggris)

*NNU*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: