Mengenal Aktor Nasional asal NTT Edwin Lerrick

Dari Aktor sampai Pelaku Industri Pariwisata

Edwin Lerrick

Edwin dengan Industri Perfilman Nasional

Pemuda ini lahir dan dibesarkan di Kota Kupang. Orang tua berasal dari Kisar-Maluku Tenggara bernama William Lerrick dan ibu Chatarina Joostensz. Diawal tahun 1970an, bung Edwin merantau ke ibukota Jakarta guna beradu nasib menjadi seorang aktor film. Perjuangan untuk merealisasikan cita-citanya bukanlah suatu perjuangan yang mudah, Edwin pada awalnya mencoba beradu nasib melalui Kontes Akting yang diselenggarakan oleh koran ” Pos Film ” tahun 1978, dengan peserta kontes kurang lebih 600an orang, dan Edwin harus berjuang keras mengeluarkan seluruh bakat aktingnya untuk dapat terpilih dan memenangi kontes tersebut.

Bung Edwin dengan aktor W.D.Mochtar

Ternyata bung Edwin memenangkan kontes tersebut, sehingga dia terpilih dan memulai debutnya untuk membintangi film pertamanya yakni “Film Remaja Pulang Pagi” (1978), film ini dibintangi juga oleh Aktris Wieke Widowati dan aktor Dudy Iskandar. Teman aktor dan aktris seangkatan Edwin adalah Chintami Atmanegara, Meriam Bellina, Dolly Martin serta Herman Felani, dan Tino Karno.

Edwin (sebagaimana diceritakan oleh bung Edwin) untuk meningkatkan kemampuan akting sebagai seorang Aktor Film banyak belajar dari para Aktor maupun Sutradara Senior, bahkan (masih menurut Edwin) dia termasuk salah seorang dari sedikit artis yang mampu menghafal dengan baik Skenario Film/Naskah Cerita Film yang jumlahnya ratusan halaman, menghafal adalah kemampuan yang sangat diharapkan dari seorang Artis, sebab apabila dia dapat menghafal skenario jalan cerita maupun dialog dengan baik, maka dengan sendirinya aktingpun dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Filmografi bung Edwin Lerrick

Setelah itu Edwin semakin dipercayakan untuk membintangi beberapa film Layar lebar Nasonal seperti :  Terang Bulan di Tengah hari (1988 dengan Aktris Zoraya Perucha), Halo sayang ( 1980), Sejak Cinta diciptakan (1990), Bibir-bibir bergincu, 7 wanita dalam tugas rahasia (1983), Warkop : Pintar pintar Bodoh, Itu bisa diatur (1984), Kamus cinta sang Primadona, Sejak Cinta Diciptakan (arahan sutradara Adisoerya Abdy), Rayuan gombal, Tuan,nyonya dan pembantu (1991), Tembok Derita (1990), Jaka Gledek (1983), Bergola ijo, Anak anak kolong (1990), Sengatan Cobra (dgn Barry Prima), Permata Biru (dengan Meriam Belina), Siluman Kera (1988), Perjanjian Setan (1983) dll.

Edwin dalam film nasional; 7 Wanita dalam tugas rahasia

Selain itu Edwinpun sempat menjadi bintang drama televisi maupun bintang Iklan Bioskop dari beberapa produk terkenal saat itu (Sepatu Kets Marathon dan UDL). Terakhir Edwin membintangi film layar lebar yaitu Film Menerjang Prahara dipulau Komodo (1991)  , dalam film ini Edwin beradu acting dengan aktris Uci Bing Slamet serta aktor Old Crack W.D.Mochtar dan Nizar Zulmi dll, dimana dalam film ini menceritakan Lika-liku giat dunia Pariwisata di Labuan Bajo, sayangnya sampai hari ini film ini tidak pernah ditayangkan di Bioskop. Edwin sudah membintangi puluhan film layar lebar (dalam kurun waktu 13 tahun) baik sebagai aktor pemain tambahan maupun sebagai aktor utama.

Selama berkarier sebagai Aktor Perfilman Nasional, Edwin pernah dibawah bimbingan dan arahan dari beberapa Sutradara Nasional terkenal seperti Wim Umboh, Sophan Sophiaan, Adisoerya Abdy, Chairul Umam, Mardaly Syarif, Arizal, dll. Pada tahun 1993 bung Edwin memutuskan untuk meninggalkan Jakarta, meninggalkan kehidupan sebagai seorang Aktor Film dan kembali ke Kota Kupang karena bung Edwin harus menjaga ibunya yang sudah tua dan sering sakit-sakitan, dia mengorbankan kepentingan dirinya demi untuk berbakti kepada ibunya, dan sejak itu Edwin mulai mencoba hingar bingarnya dunia Pariwisata di NTT

Edwin dalam film Bergola Ijo ( dengan aktor Barry Prima)

Sekarang Edwin Lerrick telah beralih profesi dari Aktor film ke Pegiat Pariwisata di NTT, namun nama Edwin tetap dikenang sebagai seorang Aktor Senior dikalangan Artis Film sampai saat ini (dia tetap tercatat sebagai anggota Parfi), walaupun ada beberapa teman Artis Filmnya masih “menggoda” bung Edwin untuk kembali ke dunia Perfilman, tetapi bung Edwin lebih memilih bergelut di Sektor Pariwisata NTT.

Industri Pariwisata Nasional

Berdasarkan definisi Organisasi Pariwisata Dunia, pariwisata atau tourism adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Menurut Macintosh dan Goeldner 1986, pariwisata adalah jumlah dari fenomena dan hubungan yang timbul dari interaksi wisatawan, pemasok bisnis, pemerintah tuan rumah dan masyarakat tuan rumah dalam proses menarik dan hosting wisatawan dan pengunjung lainnya.”Devisa pariwisata terhadap Pendapatan Nasional TA 2020 diproyeksikan USD 19 miliar, sama dengan realisasi tahun-tahun sebelumnya, namun pada tahun 2020 ini tercatat realisasi hanya USD 3,5 miliar, mengalami penurunan drastis dari proyeksi yang direncanakan, hal ini diakibatkan Pandemi Covid-19 yang mendunia sehingga mengakibatkan hancurnya penerimaan APBN dari Sektor Pariwisata (sampai dengan saat ini).

Lavalon Cafe and Hostel milik bung Edwin di Kupang

Seyogianya Penerimaan dari Sektor Pariwisata hanya kalah dari CPO. Pariwisata memberi manfaat dalam belbagai sektor seperti sektor Ekonomi, di Bali pengeluaran wisatawan untuk APBD bisa mencapai 50% yang tertribusi keseluruh sektor lainnya, sektor Sosial Budaya, dengan pesatnya perkembangan industri pariwisata maka akan membawa pemahaman dan pengertian antar budaya melalui interaksi pengunjung wisata (turis) dengan masyarakat lokal tempat daerah wisata tersebut berada, sektor Lingkungan Hidup, apabila ingin banyak mendapatkan kunjungan dari wisatawan haruslah terjaga kebersihannya sehingga kita menjadi terbiasa untuk merawat dan menjaga lingkungan kita agar selalu terjaga kebersihannya, Aspek Peluang dan Tenaga Kerja, Pariwisata juga menciptakan kesempatan lapangan kerja. Sarana-sarana pariwisata seperti hotel dan perjalanan adalah usaha yang ”padat karya”. Menurut perbandingan jauh lebih banyak untuk hotel dan restauran dibanding usaha lainnya.

Suasana sehari-hari di Lavalon Cafe and Hostel

Edwin dengan Pariwisata NTT

Pariwisata NTT menjadi perhatian Pemerintah Pusat dengan menetapkan Kupang salah satu pusat Ekonomi dalam sektor Pariwisata, Perikanan dan Peternakan, begitu banyak tempat tujuan wisata di NTT bahkan terkenal sampai manca negara,seperti Pulau Komodo, Danau 3 warna, pantai Nihiwatu, Boti, Wae rebo,Nembrala Rote, Diving di Taman Laut Alor…Salah satu Misi Gubernur NTT adalah menempatkan Pariwisata sebagai Lokomotif Pembangunan guna menaikkan pendapatan dari sektor2 lainnya, ini merupakan mimpi yang harus direalisasikan oleh segenap Pemda di NTT.

Salah satu pelaku aktif dalam dunia Pariwisata NTT sejak hampir 25an tahun yang lalu (1997) adalah bung Edwin Lerrick, beliau sudah jatuh bangun mempromosikan Pariwisata NTT melalui Web Sitenya www.lavalontouristinfo.com, sekaligus beliau turun mendampingi tourist manca negara ke tempat2 wisata di NTT (sebagai Tour Leader), menjadi coach/pelatih bagi tour guide yang baru agar lebih banyak lagi pemandu2 profesional dibidang Tour Guide, selain itu bung Edwin juga berwirausaha dibidang penginapan, maupun cafe sebagai penunjang kegiatannya dibidang usaha Pariwisata di Kupang. Sejak dahulu kala, apabila ada seseorang/pasangan/group tourist mancanegara hendak datang dan mengunjungi tempat-tempat pariwisata di NTT, maka satu-satunya orang tempat bertanya, atau berkonsultasi kemana tempat tujuan wisata yang representatif di NTT untuk didatangi oleh mereka, maka orang tersebut adalah bung Edwin Lerrick, sekarang sudah banyak Travel Biro di NTT, jadi bukan masalah lagi tetapi langganan tourist dari bung Edwin masih tetap stabil mengandalkan bung Edwin. Menurut bung Edwin, tourist manca negara yang ke NTT kebanyakan adalah para “Back Packers” ( Back Packers adalah para tourist yang bepergian keliling dunia tanpa membawa barang-barang yang memberatkan, mengatur keuangan seminim mungkin tetapi dapat menjangkau tempat-tempat wisata yang lebih luas dibanding tourist biasa ), tetapi (masih menurut Edwin) yang menjadi langganannya juga cukup banyak datang dari tamu2 terhormat seperti beberapa bintang film manca negara, penyanyi tenar ,ataupun para wartawan international, Budayawan dan Sejarahwan dari mancanegara serta orang-orang televisi internasional yang oleh tugas-tugasnya datang mengunjungi NTT. Maklum, karena sudah hampir selama 25 tahun bergelut di Sektor Pariwisata NTT, Edwin sudah dikenal dan memiliki Trade Mark tersendiri.

Bung Edwin dengan salah seorang Artis Penyanyi terkenal Alice Sea dari New Zealand

Sebagai pemandu wisata maupun penulis tentang spot-spot wisata di NTT, bung Edwin Lerrick telah ditunjuk oleh Lonely Planet (buku sucinya Pariwisata Internasional) sebagai Informan Lonely Planet yang paling dipercaya untuk wilayah NTB dan NTT……..untuk tugas2 tersebut maka ia harus keliling NTT selama ini dengan biaya sendiri untuk mendapatkan spot-spot wisata baru guna di promosikan melalui buku Lonely Planet, bahkan untuk hal tersebut Lavalon Seaview Hostel and Cafe miliknya di kelurahan Tode Kisar di tahun 2019 mendapat penghargaan berupa Certificate of Excellence dari Tripadvisor International ( HALL of FAME )

Hall of Fame dari Tripadvisor

Edwin seperti kamus berjalan kalau berbicara tentang Budaya maupun Pariwisata di NTT, oleh karena itu semua penulis dari luar negeri yang akan menulis tentang Budaya dan Pariwisata NTT pasti akan melakukan koordinasi, maupun konsultasi dengan bung Edwin, seperti ABC (televisi Australia), National Geografi, The Daily Telegraph, Lonely Planet dll, bahkan baru-baru ini seorang penulis terkenal asal Prancis yang akan menulis tentang Pariwisata di NTT ( Mr. Jacques Raymond ) juga sempat berkoordinasi dengan bung Edwin bahkan merekapun tinggal di Hostel Lavalon milik Edwin di bilangan kelurahan Tode-Kisar kota Kupang, pendek kata jika berbicara tentang Budaya dan Pariwisata di NTT, pihak-pihak dari Luar Negeri akan menunjuk Bung Edwin sebagai sumber informasi yang bisa dipercaya, oleh sebab itu tidak heran dia ditunjuk sebagai Informan dari pihak Lonely Planet untuk NTB dan NTT.

Penulis tentang Pariwisata asal Perancis Jacques Raymond (tengah) ketika di Lavalon beberapa waktu lalu

“Hostel and Cafe Lavalon” yang terletak dibibir pantai Ketapang Satu-Tode Kisar milik Edwin adalah sebuah Penginapan yang yang asri, sejuk dan tenang cocok untuk beristirahat, serta dilengkapi oleh cafe yang cocok untuk para tamu bersantai, ngobrol sambil beraktifitas membaca (ada perpustakaan kecil), para tamu juga dapat melihat sejauh mata memandang dan menikmati keindahan (Sun Rise maupun Sunset) di laut teluk Kupang sambil menikmati makanan ala barat maupun Indonesia hasil masakan dari sang chef Edwin Lerrick .

Namun seluruh usahanya menggiatkan dan mempromosikan Pariwisata NTT yang selama hampir 25 tahun dia bangun dengan susah payah seakan-akan musnah hanya dalam sekian kurun waktu yang singkat dikarenakan oleh terjadinya Pandemi Covid-19, tourism activity di dunia stop total, para negara menutup pintu untuk dikunjungi oleh para wisatawan, bahkan Bali sebagai salah satu tujuan pariwisata duniapun ikut collaps, Edwin dengan Lavalonnya ikut hancur kembali ke titik nadir (terendah). Sampai tulisan ini diturunkan keadaan masih tetap stagnasi akibat terdampak Pandemi Covid-19.

Perjuangan bung Edwin Lerrick hampir 25 tahun lebih memperkenalkan dan mempromo dunia Pariwisata NTT ke seluruh dunia sepenuhnya dilakukan dengan “kekuatan sendiri” tanpa pernah mendapat dukungan dari Pihak manapun…..sudah saatnya pemerintah daerah memberi dukungan kepada orang seperti bung Edwin Lerrick yang GILA terhadap Promo Pariwisata NTT

Bung Edwin Lerrick

Bung Edwin Lerrick dalam Karier maupun Karyanya selalu ingin menjadi yang terbaik ………Salute

One thought on “Mengenal Aktor Nasional asal NTT Edwin Lerrick

  1. Pak Erwin Lerik saya anggap bukan saja senior tapi Kakak saya, karena setelah bertemu dan berdiskusi beberapa kali saya merasa ada kecocokan sebagai “orang gila” pariwisata dan budaya.
    Sepak Terjangnya patut dihormati dan sudah sepantasnya orang-orang seperti beliau dipanggil dan berdiskusi dengan Pemprov. NTT, karena pribadi dan jasa-jasanya.
    Orangnya welcome, ulet, dan suka menolong, kritis, jujur dan realistis. Pribadi inilah yang digandungi para turis dan lengket bagai maknet. Saatnya beliau bangkit untuk mengangkat dan menikmati East Nusa Tenggara, bahkan secara nasional sekalipun sebagai The Best Tourism Actor.
    Danke.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: